23 Februari 2023
Assalamualaikum...
Halo, bestie pejuang glowing! Apa kabar, minyak di wajah masih aman? Bagi saya, menulis tentang kecantikan bukan hanya sekadar hobi, tapi juga suatu passion yang selalu membuat saya bersemangat untuk mencari tahu lebih banyak.
Kali ini, saya ingin lebih mendalami lagi dunia kecantikan dan mengeksplorasi topik-topik menarik yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kalian. Yup, kali ini saya ingin membahas masalah kulit yang mungkin jarang dibahas, tapi saya rasa cukup penting untuk di ulas karena berpengaruh dengan kecantikan kulit kita, kira-kira apa ya? Yap sesuai judul nya kali ini saya aku membahas panu atau bercak di kulit.

Kita semua sudah tahu apa itu jerawat dan apa saja pemicunya (bisa dari makanan atau karena skincare yang tidak cocok di kulit). Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti pori-pori besar dan jerawat yang mengganggu.
Tapi bukan hanya itu! Terlalu banyak produksi sebum dan minyak pada kulit wajah dapat menyebabkan pori-pori menjadi tersumbat, yang kemudian memperbesar ukurannya. Apalagi, kulit wajah yang berminyak juga cenderung lebih rentan terhadap masalah jerawat dan komedo, karena minyak dan kotoran yang menumpuk di dalam pori-pori dapat menyebabkan peradangan dan infeksi.
![]() |
| Panau atau panu (sumber foto: google) |
Sebum atau minyak pada kulit wajah adalah zat alami yang dihasilkan oleh kelenjar sebum di bawah kulit. Sebum ini berfungsi untuk menjaga kelembapan kulit dan melindungi kulit dari kerusakan. Namun, jika produksi sebum terlalu banyak atau tidak terkendali, kulit wajah dapat terlihat berminyak dan menyebabkan pori-pori menjadi tersumbat.
Selain menyebabkan masalah jerawat dan pori-pori besar, produksi sebum yang berlebihan pada kulit wajah juga dapat menyebabkan masalah kulit lainnya seperti tinea versicolor. Tinea versicolor adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh jamur Malassezia yang tumbuh berlebihan pada kulit. Jamur ini sebenarnya terdapat pada kulit kita secara alami, namun jika tumbuh berlebihan, bisa menyebabkan bercak putih atau kecoklatan pada kulit, terutama pada daerah yang berminyak seperti dada, punggung, dan wajah.
Wah, cukup menyeramkan ya !
Produksi sebum yang berlebihan pada kulit wajah bisa memicu pertumbuhan jamur Malassezia, sehingga meningkatkan risiko seseorang terkena tinea versicolor atau yang lebih sering dikenal sebagai panu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan produksi sebum pada kulit wajah dan melakukan perawatan kulit yang tepat.
![]() |
| Jamur Malassezia (sumber wikipedia) |
Untuk mencegah panu di wajah, tentu tidak cukup hanya dengan skincare saja. Yang namanya jamur, haruslah diatasi dengan obat antijamur. Selain itu, juga penting untuk menjaga kebersihan kulit dan menghindari faktor-faktor yang dapat memicu produksi sebum berlebihan pada kulit wajah. Dengan menjaga keseimbangan produksi sebum pada kulit wajah dan melakukan perawatan kulit yang tepat, kita dapat mencegah berbagai masalah kulit, termasuk bercak samar di wajah atau panu.
Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan produksi sebum dan minyak pada kulit wajah. Salah satu cara untuk mengurangi produksi sebum adalah dengan menjaga kebersihan kulit wajah, seperti mencuci muka secara teratur dan menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai. Sesuai anjuran medis, supaya cepat hilang, cara menghilangkan panu di wajah perlu dibarengi dengan perawatan kulit dan pengaplikasian obat anti jamur.
Saya percaya bahwa setiap orang memiliki keunikan dan kecantikan yang berbeda-beda, semoga tulisan saya kali ini dapat membantu kalian untuk menemukan cara terbaik dalam merawat kulit, Saya berharap tulisan saya kali ini bisa memberikan informasi dan insight yang berguna bagi kalian semua.
Semoga Bermanfaat
22 Februari 2023
![]() |
| Printer Ink Tank |
14 Oktober 2022
Keterbatasan disaat pandemi ternyata menghasilkan pengalaman yang bermanfaat, bagaimana tidak? Di saat pandemi kita jadi terbatas mau kemana-mana, di tambah lagi semua orang dihantam pasang surutnya keuangan.
Disaat itu, Internet satu-satu nya media yang sangat membantu dari segi hiburan, support system, pokoknya pada saat itu kita jadi gak bisa hidup tanpa Internet lah pokoknya.
Pada saat semua orang kesulitan ekonomi, ternyata singkong yang ditanam di pekarangan rumah sangat berguna untuk diolah menjadi keripik dan daunnya untuk lalapan, Hahaha…
Dari situ sekarang aku berfikir, kenapa tidak membuat perkebunan di sisa lahan ya? Lagi pula sekarang kan berkebun tidak harus mempunyai lahan yang luas.
Sebenarnya suami aku suka berkebun, tapi dia tuh orang nya tidak bisa diprediksi alias suka-suka dia kapan mengeksekusi bercocok tanam nya Haha ! kan kesel ya, karena nama nya berkebun itu bukan tumbuh sehari dua hari, belum lagi proses menanam nya juga perlu skill.
Capek, nunggu mood suami, mending belajar sendiri ya gak sih?
Mari kita coba…
Mencari tahu media yang cocok untuk berkebun di lahan sempit
Dari media online Kompas, ada beberapa teknik tanam untuk memanfaatkan ruang lahan, yaitu :
Tanam tabulampot
Vertical garden
Hanging garden
Balcony garden
Window garden
Geen roof garden
Tapi setelah di cari tahu, media tanam yang pas untuk lahan kami dan cocok untuk kami yang pemula ini adalah dengan cara Hidroponik.
Lalu, Sistem Hidroponik apa yang cocok untuk pemula?
![]() |
| Sumber : google |
Ternyata Sistem Hidroponik pun banyak macam nya ya, waw aku pun jadi tambah bingung, Hahaha…
Setelah mencari tahu, sistem hidroponik yang cocok untuk pemula adalah Hidroponik Sistem Wick, yaitu Dilansir dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Senin (13/12/2021), sistem wick adalah sistem pasif, yang berarti tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi ditarik ke dalam media tumbuh dari wadah nutrisi dengan sumbu.
Mencari tahu, tanaman yang cocok dengan sistem Hidroponik
Ternyata untuk tanaman nya pun tidak bisa sembarangan, tanaman yang bisa kita tanam. Tapi untuk kebutuhan pangan keluarga sih yang ditanam harus nya sayur mayur seperti pokcoy, selada, cabai, kangkung dll.
❤❤❤❤❤
Aku baru mengenal Urban Farming, setelah mencari tahu tentang pertanian di rumah tangga ini, jadi ternyata Urban Farming itu adalah istilah pertanian di perkotaan ya? Oalahh…
Untuk aku yang benar-benar awam tentang pertanian, Peran Internet Untuk Kemajuan Digital sangat berperan membuat pergerakan untuk masyarakat di bidang pangan, arti nya kita bisa termotivasi untuk mengamankan pangan untuk rumah tangga sebagai kebutuhan gizi di saat hal yang tidak di inginkan terjadi lagi.
Tahun 2023 di prediksi kita akan mengalami Resisi, waw itu cukup membuat ketakutan ya, setidaknya ketakutan itu bisa membuat kita waspada untuk mempersiapkan kebutuhan pangan untuk kita sekeluarga.
❤❤❤❤❤
Apa Peran Internet untuk sektor pertanian?
Dijaman yang serba canggih, seperti nya untuk belajar bercocok tanam itu bukan lagi soal berjibaku dengan tanah lembek berbecek-becekan.
Sekarang kita bisa brosing di Youtube ataupun Google, dengan paket Internet murah menggunakan IndiHome, Miliki layanan internet unlimited di rumah bersama keluarga dengan IndiHome. Dengan harga mulai Rp200 Ribuan/Bulan, Anda bisa menikmati akses internet cepat dan stabil.
Dengan Layanan internet murah IndiHome ini kita bisa mencari tahu apapun tentang dunia pertanian, apalah aku tanpa IndiHome karena kalau brosing apapun tanpa paket murah Indihome bakalan jadi galau.
Untuk belajar berkebun saja aku harus memutar video youtube berkali-kali, bayangkan saja jika tidak menggunakan paket IndiHome bisa-bisa tagihan internet jadi membengkak.
Selama menggunakan layanan Telkom Group, kita akan mendapatkan pelayanan internet murah dengan kecepatan internet yang tanpa lelet
❤❤❤❤❤
Kemajuan Tekhnologi digital pada sektor pertanian sekarang sangat lah penting, karena semakin banyak orang yang sadar dan perduli pentingnya bercocok tanam untuk pertahanan pangan dalam rumah tangga,
Mungkin saja, Masyarakat akan semakin sehat karena makanan yang di konsumsi sudah berasal dari kebun sendiri, selain itu mungkin saja akan banyak yang melek informasi daur ulang dari sisa sampah rumah tangga (pangan yang tersisa didapur) untuk di jadikan sesuatu yang bisa digunakan lagi.
28 November 2021
![]() |
| sumber google |
Ketika bayi memasuki usia 6 bulan, maka ia memerlukan tambahan nutrisi selain ASI. Oleh karenanya, ibu diharapkan memberikan makanan pendamping ASI atau MPASI. Nah, terkait MPASI, ada banyak resep yang bisa dicoba di rumah agar si kecil lahap memakannya. Salah satu resep yang bisa dicoba adalah resep MPASI salmon.
![]() |
| Sumber : google |








Social Media